Pages

Minggu, 11 September 2011

"Cinta Tragis Sang Gadis"



Kampus mulai sunyi. Malam semakin larut. Maretha melirik jam tangan, ehm pukul 9.00 malam. Pak Sys memang keterlaluan kalau sudah ngasih kuliah selalu gak ingat waktu. Seharusnya jadwal kuliahnya sudah habis 30 menit yang lalu tapi berhubungminggu depan beliau tidak bisa memberi kuliah, maka materi kuliah minggu depan di sampaikannya minggu ini, terpaksa nambah jam kuliah.

Maretha bergegas meninggalkan koridor kampus. Teman temannya pun sudah ngacir pada pulang semua. Tiba tiba maretha mendengar suara berdebum dari sisi kampus sebelah kiri, seperti benda jatuh. Maretha berhenti sebentar, menoleh. Tak ada tanda tanda ada orang. Dalam keremangan malam maretha melihat bayangan hitam yang melesat dibalik dinding. Bulu kuduk Maretha bergidik. Dia melesat meninggal kan koridor kampus ingin secepat mungkin tiba di mobilnya.

Maretha merasakan langkah kaki nya begitu berat, padahal dia sudah berusaha agar lebih cepat lagi melangkah, tapi seolah olah langkahnya ditahan butuh waktu yang sangat lama untuk diparkiran kampus.

Kampus ini terkenal angker. Tidak seorang pun berani berlama lama di kampus ini bila malam hari. Bila terpaksa ada kuliah malam, maka bisa dipastikan mahasiswa yang hadir hanya sepertiganya saja. Kebanyakan mahasiswi nya yang tidak mau ambil resiko. Konon menurut cerita pernah ada seorang gadis yang gantung diri di salah satu ruangan kuliah, yang ditemukan keesokan harinya oleh penjaga kampus. Sejak saat itu kampus ini menjadi angker. Salah seorang teman mereka pernah melihat gadis berambut pendek,dengan tubuh agak sintal duduk sendiri di bawah pohon. Ketika teman kami tersebut menyapanya, gadis tersebut tersenyum namun terlihat pucat. Selang beberapa detik gadis tersebut menghilang, kontan saja teman kami tersebut dibuat lari.

Maretha menarik nafas lega, ketika tiba di parkiran, diambilnya kunci mobil dari saku celananya. Tiba tiba maretha merasakan bahunya disentuh seseorang. Spontan dia menoleh, tapi dia tidak melihat siapa siapa. Bulu kuduknya berdiri. Maretha ketakutan dibukanya pintu mobil, distarternya dan langsung tancap gas.

Maretha menikmati guyuran air yang keluar dari shower. terasa segar. Selesai mandi dia mengambil baju tidur yang nyaman, dan santai. Di taburinya sedikit bedak pada wajahnya. Rambutnya yang basah di bungkusnya dengan handuk, diraihnya remote tv dan mulai pencet pencet mencari acara yang bagus. Kebetulan malam ini dia sendiri dirumah, orang tua dan adiknya menginap ditempat keluarga yang lagi ada hajatan.

Malam semakin dingin dan larut. Maretha pun tertidur.

Gadis itu terus mengikuti langkah maretha, semakin cepat maretha berlari semakin cepat pula dia mengejarnya. Tunggu saya, teriaknya pada maretha. Dia terlihat kurus, dan pucat wajahnya memelas. Maretha berhenti sejenak, dan menoleh. Ada perasaan iba dalam hati maretha. Namun kemudian maretha berlari lagi, sekencang kencangnya, nafasnya sampai ngos ngosan. Keringat membanjiri tubuhnya. Maretha terbangun, dia tersadar dari mimpinya. Maretha duduk dan mengingat ingat kembali tentang mimpinya, siapa gadis itu, mengapa dia minta tolong padanya. Setahu maretha yang pernah gantung diri di kampusnya gadis itu bertubuh sintal dan berambut pendek, keturunan etnis china.

********************

Pukul 9.00 pagi maretha sudah rapi, dia ada kuliah pagi ini dengan pak Darwin, Dosen nya yang terkenal disiplin, 5 menit saja telat langsung disuruhnya pulang.

Maretha berjalan terlihat segar, ceria menyusuri koridor kampus, sesekali menyapa teman yang kebetulan berpapasan dengan nya.

Dari kejauhan dia melihat Putri, berdiri tak jauh dari kantin duduk bersama Shinta , mereka berdua teman akrabnya. Maretha menghampirinya.

” Put, aku pinjem catetan lho yang semalem ya,’ sambil menghempaskan pantatnya dibangku panjang disamping shinta.

Bukannya kamu ikut kuliah semalem,”Putri balik nanya.

Iya sih, tapi kertas catatan saya semalam tercecer entah dimana, habis aku semalam tergesa gesa sih, jawab Maretha. Dia hendak menceritakan mimpinya semalam pada sobatnya ini tapi bibirnya seolah terasa kelu. Tak ada kata yang keluar dari bibirnya.

Oke deh nanti pulang aku pinjemin, kalo sekarang kita masuk dulu.

Mereka bertiga berjalan masuk keruang kuliah. Maretha mengambil tempat dipojok. Bila bete mendengar dosen dia bisa sambil BBM an.

****************

Perut terasa keroncongan. maretha, putri dan shinta memilih untuk makan di kantin belakang kampus. Selain harganya miring juga terasa sejuk karena dikelilingin pohon pohon rindang yang senantiasa menghembuskan angin sepoi sepoi, biasanya kantin ini untuk mereka yang ada pasangan.

“Aku pesan nasih goreng special aja, deh,” kata Putri.

“Kalau aku bakso aja deh,kamu pesan apa tha,’ tanya shinta pada maretha.

Aku mie tumis aja, minumnya jus melon ya.

Mereka bertiga makan sambil asyik ngobrol.

Anton teman sekelas mereka datang, langsung ikut nimbrung.

Eh tau gak kalian kejadian semalam dikampus ini , tanya anton dengan nada serius.

Sontak mereka bertiga menjawab, ” kejadian apa,”????

Ada yang gantung diri lagi di kelas E, anak Fakultas Ekonomi jurusan Akutansi.

“hahh,’ Maretha lemas mendengarnya. Bukannya semalam dia dan teman temannya ikut kuliah Pak Sys.

“Kamu tau dari mana,” serentak maretha dan kedua sobatnya balik bertanya.

Anton cengengesan melihat cewek cewek cantik didepannya penasaran dengan informasinya. Sedikit jual mahal Anton diam sejenak sambil menyantap nasi goreng dihadapannya.

Tingkah Anton membuat maretha merasa greget. Ayo donk cerita,’ kok diam sih ,

“kamu tau darimana cerita ini. Kok suasana kampus tenang tenang aja gak heboh, seperti tidak terjadi apa apa,

“kamu bohong ya,” maretha mendelik pada Anton.

Masih dengan cengengesan Anton menjawab.

Mas wargiman, penjaga kampus kita yang cerita. Dia menemukan gadis berambut panjang, dengan tubuh kurus tergantung dikelas E subuh tadi, waktu dia mau menghidup kan mesin air.

Sekitar jam 6 pagi tadi ,polisi melakukan olah TKP, dan pihak kampus meminta agar berita ini jangan nyebar dikalangan mahasiswa, harus dirahasiakan.

“jadi kalian saya minta jangan cerita siapa siapa tentang kejadian ini,’ Anton berdiri dan bersiap pergi.

Eit satu lagi, tolong kalian bayarin dulu makanan saya.

“Huuuuuuuuuuuuuuhhh,’ dasar. maretha dan cs nya ngedumel.

“wajah maretha pucat mendengar cerita anton, dia ingat mimpinya semalam. Apakah gadis yang datang dalam mimpinya semalam itu. dia yang gantung diri semalam , ada apa dengan dia, mengapa dia datang pada maretha dan meminta tolong padanya.

***************

Rumah itu terlihat sepi. Maretha memarkirkan mobilnya ditepi jalan.

Diketoknya pintu dan mengucapkan salam. Rumah ini adalah rumah Nurul, gadis yang gantung diri lagi dikampusnya. Karena penasaran maretha mencari informasi tentang gadis tersebut. Berdasarkan informasi yang maretha dapatkan gadis tersebut bernama Nurul, kuliah di Fakultas Ekonomi, Jurusan Akutansi semeter 5, dan memiliki pacar bernama Sony, anak Fakultas teknik, jurusan mesin.

Dengan sedikit nekat, maretha mendatangi rumah Nurul.

Pintu dibuka, keluar seorang wanita separoh baya.

Maretha memperkenalkan diri. Saya maretha bu, temannya Nurul.

Ibu ini tidak bisa menahan isak tangisnya ketika mencerita kan tentang Nurul. Buku diary Nurul digenggam erat oleh ibu itu, dari buku itu Nurul menceritakan kalau keadaannya saat ini lagi hamil, namun sayang nya pacarnya tidak mau bertanggung jawab. Dia putus asa. Merasa telah membuat malu orang tuanya. Nurulpun mengambil jalan pintas dengan menggantungkan diri di ruang kuliah sehabis mengikuti kuliah malam dari dosennya.

“Ibu memang sedikit heran melihat perubahan pada Nurul, dia sedikit pendiam dari biasanya dan selalu mengurung diri dikamar. Ibu kira dia ada persoalan sedikit dengan temannya. Setiap kali ibu tanya dia selalu menjawab tidak ada apa apa.

“Maretha memeluk ibu yang sudah terlihat ringkih ini, dia coba menguatkan hatinya.

******************

Maretha mengambil wudhu, sholat maghrib. Setelah itu dia membaca surat yassin, dan al fatiha memohon semoga arwah sahabatnya diterima disisiNya yang layak.


0 komentar:

Poskan Komentar